Skip to main content
Umum

Dubes Jerman Masuk Kelas: Sesi Mata Kuliah Politik Eropa Barat bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia

By November 16, 2025April 24th, 2026No Comments2 min read

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ambassador Ralf Beste, melakukan kunjungan ke FISIP UI pada Rabu (12/11). Ambassador Ralf yang baru dilantik datang sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Politik Eropa Barat di Departemen Ilmu Politik UI. Dalam kunjungannya, Ambassador Ralf memberikan pemaparan mengenai situasi politik Jerman terkini serta perspektifnya terhadap dinamika geopolitik Uni Eropa dan perkembangan global.

Dalam kuliah tersebut, Ambassador Ralf menyoroti keterkaitan kondisi politik domestik Jerman dengan perubahan lanskap geopolitik internasional. Ia menegaskan bahwa ekspansi ekonomi dan pengaruh global Tiongkok merupakan faktor penting yang perlu dicermati, terutama bagi negara-negara Eropa. Menurutnya, berbagai terobosan ekonomi Tiongkok menghadirkan tantangan signifikan bagi Jerman, sehingga memperkuat urgensi kerja sama dengan kawasan Asia Tenggara. Dalam konteks tersebut, Jerman memandang ASEAN—khususnya Indonesia—sebagai mitra strategis dalam perdagangan dan kerja sama global, termasuk dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Asia Tenggara.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi tinggi dari mahasiswa. Salah satu mahasiswa, Deswita, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana Jerman memandang kompetisi ekonomi global dengan Tiongkok di Asia Tenggara, mengingat keduanya sama-sama memiliki hubungan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang ekonomi dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Ambassador Ralf menekankan bahwa hubungan Jerman dan Indonesia dibangun berdasarkan nilai-nilai kolaboratif, bukan kompetisi. Ia menegaskan bahwa kemitraan kedua negara berlandaskan nilai bersama, manfaat timbal balik, dan komitmen untuk menangani isu-isu strategis secara kolektif.

Diskusi dengan Duta Besar Jerman ini menjadi contoh bagaimana Departemen Ilmu Politik UI terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif. Tidak hanya mengandalkan interaksi di dalam kelas melalui papan tulis atau proyektor, Departemen secara konsisten melibatkan praktisi, diplomat, dan mitra eksternal untuk menghadirkan perspektif empirik yang memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap teori dan konsep yang dipelajari.